Minggu, 08 April 2012

Ruqyah Dan Gangguan Mahluk Gaib


Ruqyah dan Ganguan Mahluk Ghaib
Beberapa orang sahabatku (KH. Syarif Rahmat RA, SQ) menyakan tentang kebenaran acara pemburu hantu. Pasalnya sejumlah orang (Ustadz?) mengatakan bahwa kegiatan tersebut adalah sesat menyesatkan. Tulisan ini tidak bermaksud menyanggah atau memberi fatwa. Tetapi setidaknya kita diajari tidak untuk berburuk sangka terhadap sesuatu yang kita belum tahu benar hakekatnya. Semoga ada manfaatnya.
 
Jin Mu'min dan Jin Kafir
 
jin mu'min & jin kafir Sebagaimana diketahui jin adalah termasuk diantara makhluk Allah yang mendapat taklif untuk beribadah sebagaimana manusia. Diantara mereka pun ada yang beriman dan ada yang kafir.
 
Di dalam Al Qur'an yang artinya : 
"Dan sesungguhnya diantara kami ada orang - orang yang muslim (yang taat) dan ada pula orang - orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa yang taat, maka mereka itu benar - benar telah memilih jalan yang lurus". (Jin:14)
 
Jin merasuk ke dalam tubuh manusia
 
Allah SWT Berfirman : jin merasuk dalam tubuh manusia yang artinya :
"Orang - orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan) penyakit gila...."(Al Baqarah : 275)
 
Ayat ini mengisyaratkan terjadinya tiga hal.
Pertama,
Bahwa syetan dapat masuk kedalam tubuh manusia.
Kedua,
bahwa orang yang kerasukan syetan tidak aka dapat berdiri tegak. Ketiga, orang yang kerasukan syetan akan tidak normal pembicaraannya.
 
Jin membawa bola api
 
Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dalam sebuah hadis bersumber dari Abud Darda Katanya: (no842) jin membawa bola api "Rasulullah SAW berdiri melakukan shalat lalu akmi dengar beliau mengatakan "Aku berlindung kepada Allah darimu". Setelah itu beliau mengatakan: "Aku melaknat kamu dengan laknat Allah" sebanyak tiga kali seraya menjulurkan tangannya seakan akan beliau menggapai sesuatu. Ketika beliau telah selesai shalat, kami bertanya: "Ya Rasulullah, tadi kami mendengar engkau mengucapkan kata - kata yang belum pernah kami dengar dari engkau mengucapkan itu sebelumnya dan kami pun melihat engkau mengulurkan tanganmu". Rasullullah SAW bersabda: "Sesungguhnya musuh Allah, iblis datang membawa obor api hendak diletakkan diwajahku, lalu aku berkata: "Aku laknat engkau dengan laknat Allah yang sempurna". maka iblispun mundur sebanyak tiga langkah. Aku bermaksud menangkapnya. Demi Allah sekiranya bukan karena doa saudaraku Sulaiman, niscaya pagi harinya ia benar - benar terikat dan dapat dijadikan mainan anak - anak Madinah". (HR Muslim Juz 1 Halaman 244)
 
Jin bersuara dengan suara manusia
 
Sebuah Hadis menceritakan: jin bersuara dengan suara manusia " Suhail berkata: Ayahku menyuruh aku ke kampung Bani Haritsah bersama seorang pelayan laki laki (atau seorang teman). Tiba tiba ada suara yang memanggilnya dari arah kebun kurma. Ia menghampirinya namun tak mendapatkan apa apa. Hal itu kemudian aku ceritakan kepada ayahku. maka ia berkata: "Sekiranya aku tahu kamu akan mendapatkan hal seperti itu, niscaya aku tak akan mengutusmu tetapi (lain kali) jika kamu menemukan lagi yang seperti itu, serukanlah azan, sebab aku pernah mendengar Abu Hurairah menceritakan sebuah Hadis dari Rasulullah SAW bahwa apabila diserukan Azan shalat, syetan akan lari dan ia terkentut kentut". (HR Muslim Juz 1 Halaman 181)
 
Mengeluarkan jin dari tubuh manusia
 
"Suatu ketika dihadapkan seorang anak kepada Rasulullah SAW karena gila kerasukan Syetan. Beliau SAW meminta agar anak tadi didekatkan kepadanya. Setelah itu Rasulullah SAW memukul punggung anak si anak seraya berkata: " Keluarlah, hai musuh Allah" seketika si anak itu pun memandang dengan pandangan normal tidak seperti sebelumnya. Rasulullah SAW mendudukannya disampingnya, lalu berdoa an mengusap wajahnya". (HR Ath Thabarani).
 
Nabi Isa AS pernah mengobati orang yang kerasukan syetan. Matius 8:28-32 menceritakan : "Setibanya diseberang yaitu didaerah orang gadara datanglah dari perkuburan dua orang yang kerasukan syetan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya sehingga tidak seorang pun yang melalui jalan itu dan mereka itu pun bereriak katanya: "Apa urusanmu dengan kami hai anak Allah? Adakah engkau hendak menyiksa kami sebelum waktunya ?" tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka syetan itu meminta kepadanya, katanya: "Jika engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah kedalam kawanan babi itu". Yesus berkata kepada mereka : "pergilah", Lalu keluarlah mereka dan masuk kedalam babi babi itu. maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air". (lihat pula markus 5:1-20 dan lukas 8:26-39 dengan sedikit perbedaan redaksi)
 
Diantara Sahabat Nabi SAW juga ada yang melakukan ruqyah guna menyembuhkan orang yang gila karena kerasukan syetan.
Abu Dawud meriayatkan : mengeluarkan jin dari tubuh manusia Dari Kharijah bin Ash Shult dari pamannya. bahwa ia melalui suatu kaum, tiba tiba orang orang mendatanginya seraya mengatakan: "Sungguh engkau kan baru datang dari laki laki itu membawa kebaikan. Oleh karena itu, lakukanlah ruqyah terhadap orang ini demi kami". Mereka kemudian membawa seorang laki-laki yang diikat dengan rantai. Ia pun kemudian meruqyahnya dengan surat Al Fatihah, Dikumpulkan ludahnya dan diusapkan pada si sakit. Setelah itu orang tadi sembuh seperti orang yang baru lepas dari ikatan. Kaum itu memberikan hadiah sesuatu kepadanya. Ia pun selanjutnya menghadap Nabi SAW dan menceritakan peristiwanya. Maka Nabi SAW bersabda: "makanlah hadiah itu, demi umurku, yang tidak dibenarkan itu orang yang makan dari ruqyah yang batil, sedangkan engkau makan dari ruqyah ang benar". (HR Abu Dawud pada Juz 4 Halaman 14)
 
Melihat dan menangkap jin
 
Dalam tayangan pemburu hantu nampak pula sesekali para pemburu menangkap jin / hantu yang berada di suatu rumah. Di kalangan para ulama atau orang orang yang mempelajarinya memang hal ini bukanlah cerita baru. Bahkan Al Bukhari meriwayatkan dalam shahihnya: melihat & menangkap jin "Sesungguhnya syetan merintangiku dan berbuat kasar kepadaku untuk merusak shalatku, namun aku diberi kekuatan oleh Allah untu mengalahkannya hingga aku pun mencekiknya. Sungguh muncul dalam diriku keinginan untuk mengikatnya pada salah satu tiang dimasjid hingga pagi agar kamu dapat menyaksikannya. Namun tiba tiba aku teringat ucapan saudaraku, Sulaian, "Ya Tuhanku ampunilah aku dan berikanlah aku kerajaan ang tak layak buat seorangpun sesudahku" (QS Shad:35, Sy). Maka Allah pun menolaknya dalam kehinaan ". (HR Al Bukhari dan Muslim. Lihat shahih Al Bukhori Juz 1 Halaman 209 dan shahih Muslim Juz 1 Halaman 242) Jika Rasulullah SAW tidak mengikatnya, bukan berarti beliau tidak mampu melakukannya melainkan sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama bisa jadi karena beliau hendak menunjukan tawadhunya. Sebagian ulama berpendapat bahwa kemampuan menangkap jin merupakan kukhususan bagi Rasulullah SAW saja. Namun pendapat ini sepengetahuanku tidak didukung oleh dalil Wallahu Alam
 
Dimasukan ke dalam botol
 
orang orang yang mempertanyakan kemungkinan jin yang sangat besar itu dapat dimasukan ke dalam botol. Ketahuilah sesungguhnya jin itu makhluk halus tidak berbentuk fisik kasar sehingga memungkinkan dapat berubah ubah bentuk dan ukuran. Abdulah berkata: dimasukan dalam botol "Sesungguhnya syetan itu dapat menyerupai seorang laki laki, lalu mendatangi satu kaum menceriakan sesuatu kepada mereka dengan cerita dusta. Setelah mereka berpisah, seorang laki laki diantara mereka berkata: "aku mendengar seseorang yang aku kenal wajahnya namun tak tahu namanya bercerita" (HR Muslim pada bagian Mukaddimah juz 1 Halaman 9) syetan Seorang laki laki bercerita: "Suatu ketika aku tengah mendampingi Rasulullah SAW tiba tiba ada seekor binatang tergelincir, lalu aku aku berkata: "celakalah syetan!". maka Rasulullah bersabda: "jangan engkau mengatakan "celakalah syetan", sebab jika engkau mengatakan seperti itu. syetan akan bertambah besar sebesar rumah dan mengatakan "Alangkah kuatnya aku" akan tetapi ucapkanlah "Bismillah" (Dengan nama Allah), sebab jika engkau mengatakan itu syetan pun akan mengecil sekecil lalat" (HR Abu Dawud Juz 4 Halaman 296) Jika dapat mengecil sekecil lalat, tentu tak ada halangannya untuk dimasukan kedalam benda sebesar botol. Lagi pula jika jin yang tinggi besar dapat masuk dan menyatu kedalam tubuh manusia yang kecil tanpa harus mematah matahkannya. Bagaimana ia tak dapat masuk ke dalam botol dalam keadaan utuh. lebih dari itu jin bahkan dapat merasuk ke dalam aliran darah manusia. Rasulullah SAW bersabda: syetan 7 jin "Sesungguhnya syetan itu berjalan dalam tubuh Bani Adam melalui pembuluh darah". (HR Al Bukhari dan MuslimJus 2 halaman 349) Masuk dan berada didalam tubuh manusia hidup tentulebih sulit dibandingkan dengan berada dalam botol yang merupakan benda mati.
 
Mengunakan sarana garam
 
Sesungguhnya Ruqyah itu dapat dilakukan dengan menggunakan sarana benda benda baik berupa tanah, air minum, atau air ludah dan lainnya dari jenis benda yang tidak najis. Penggunaan garam ini pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW ketika beliau disengat kalajengking. Ath Thabarani dalam: Al Mu'jam Ash Shaghirnya meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah disengat kalajengking ketika seang shalat, lalu beliau melaknat kalajengking itu dan meminta diambilkan air dengan garam. Setelah itu Beliau SAW membacakan surat Al Kafirun, Al Falaq, dan An Nas dan ditiupkan kepada garam dan air itu untuk mengobatinya. Di Dalam Majma Az Zawaid dikatakan bahwa isnad hadis ini Hasan. (lihat Kitab tersebut pada Juz 5 Halaman 111).
 
Mengambil upah dari ruqyah
 
Pada Qum beberapa edisi yang lalu (ketika membahas tafsir surat Al Fatihah) telah dibicarakan tentang ruqyah yang dilakukan Abu Syaid Al Khudri terhadap seorang tokoh yang disengat kalajengking. Ketika ternyata yang bersangkutan sembuh setelah diruqyah dengan Al Fatihah keluarga pasien tadi memberikan beberapa potong kambing. Sesampainya di madinah dan menjelaskan duduk perkaranya, Rasulullah SAW diantaranya bersabda "Sesungguhnya pekerjaan yang paling baik kamu ambil upahnya Kitabullah". (HR Al Bukhari dan Muslim). Lihat kembali hadis pada point ke 4 diatas. Sabda Rasulullah SAW ini menjadi dalil paling jelas atas bolehnya mengambil upah dari meruqyah. Wallahu A'lam
 
Di Sadur dari Buletin Jum'at Qum
Penulis : KH. Syarif Rahmat RA. SQ
Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Qura, Jl. Raya Pondok Cabe  Ilir  Rt 001/04 Pamulang Tangerang selatan Banten
 
JADWAL RUQYAH MASSAL GRATIS , SHOLAT DHUHA DAN SHOLAT TASBIH BERSAMA
 
SETIAP HARI AHAD TERAKHIR PADA SETIAP BULAN
MULAI PUKUL 08.00- SELESAI
TEMPAT DIPONDOK PESANTREN UMMUL QURA

1 komentar:

maen game dulu sini bro...