Ruqyah dan Ganguan Mahluk Ghaib
Beberapa orang sahabatku (KH. Syarif Rahmat RA, SQ) menyakan tentang
kebenaran acara pemburu hantu. Pasalnya sejumlah orang (Ustadz?) mengatakan
bahwa kegiatan tersebut adalah sesat menyesatkan. Tulisan ini tidak bermaksud
menyanggah atau memberi fatwa. Tetapi setidaknya kita diajari tidak untuk
berburuk sangka terhadap sesuatu yang kita belum tahu benar hakekatnya. Semoga
ada manfaatnya.
Jin Mu'min dan Jin Kafir
jin mu'min & jin kafir Sebagaimana diketahui jin adalah termasuk
diantara makhluk Allah yang mendapat taklif untuk beribadah sebagaimana
manusia. Diantara mereka pun ada yang beriman dan ada yang kafir.
Di dalam Al Qur'an yang artinya :
"Dan sesungguhnya diantara kami ada orang - orang yang muslim (yang
taat) dan ada pula orang - orang yang menyimpang dari kebenaran. Barangsiapa
yang taat, maka mereka itu benar - benar telah memilih jalan yang lurus".
(Jin:14)
Jin merasuk ke dalam tubuh manusia
Allah SWT Berfirman : jin merasuk dalam tubuh manusia yang artinya :
"Orang - orang yang makan (mengambil) riba tidak dapat berdiri
melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantaran (tekanan)
penyakit gila...."(Al Baqarah : 275)
Ayat ini mengisyaratkan terjadinya tiga hal.
Pertama,
Bahwa syetan dapat masuk kedalam tubuh manusia.
Kedua,
bahwa orang yang kerasukan syetan tidak aka dapat berdiri tegak. Ketiga,
orang yang kerasukan syetan akan tidak normal pembicaraannya.
Jin membawa bola api
Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dalam sebuah hadis bersumber dari Abud
Darda Katanya: (no842) jin membawa bola api "Rasulullah SAW berdiri
melakukan shalat lalu akmi dengar beliau mengatakan "Aku berlindung kepada
Allah darimu". Setelah itu beliau mengatakan: "Aku melaknat kamu
dengan laknat Allah" sebanyak tiga kali seraya menjulurkan tangannya
seakan akan beliau menggapai sesuatu. Ketika beliau telah selesai shalat, kami
bertanya: "Ya Rasulullah, tadi kami mendengar engkau mengucapkan kata -
kata yang belum pernah kami dengar dari engkau mengucapkan itu sebelumnya dan
kami pun melihat engkau mengulurkan tanganmu". Rasullullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya musuh Allah, iblis datang membawa obor api hendak diletakkan
diwajahku, lalu aku berkata: "Aku laknat engkau dengan laknat Allah yang sempurna".
maka iblispun mundur sebanyak tiga langkah. Aku bermaksud menangkapnya. Demi
Allah sekiranya bukan karena doa saudaraku Sulaiman, niscaya pagi harinya ia
benar - benar terikat dan dapat dijadikan mainan anak - anak Madinah". (HR
Muslim Juz 1 Halaman 244)
Jin bersuara dengan suara manusia
Sebuah Hadis menceritakan: jin bersuara dengan suara manusia " Suhail
berkata: Ayahku menyuruh aku ke kampung Bani Haritsah bersama seorang pelayan
laki laki (atau seorang teman). Tiba tiba ada suara yang memanggilnya dari arah
kebun kurma. Ia menghampirinya namun tak mendapatkan apa apa. Hal itu kemudian
aku ceritakan kepada ayahku. maka ia berkata: "Sekiranya aku tahu kamu
akan mendapatkan hal seperti itu, niscaya aku tak akan mengutusmu tetapi (lain
kali) jika kamu menemukan lagi yang seperti itu, serukanlah azan, sebab aku
pernah mendengar Abu Hurairah menceritakan sebuah Hadis dari Rasulullah SAW
bahwa apabila diserukan Azan shalat, syetan akan lari dan ia terkentut
kentut". (HR Muslim Juz 1 Halaman 181)
Mengeluarkan jin dari tubuh manusia
"Suatu ketika dihadapkan seorang anak kepada Rasulullah SAW karena
gila kerasukan Syetan. Beliau SAW meminta agar anak tadi didekatkan kepadanya.
Setelah itu Rasulullah SAW memukul punggung anak si anak seraya berkata: "
Keluarlah, hai musuh Allah" seketika si anak itu pun memandang dengan
pandangan normal tidak seperti sebelumnya. Rasulullah SAW mendudukannya
disampingnya, lalu berdoa an mengusap wajahnya". (HR Ath Thabarani).
Nabi Isa AS pernah mengobati orang yang kerasukan syetan. Matius 8:28-32
menceritakan : "Setibanya diseberang yaitu didaerah orang gadara datanglah
dari perkuburan dua orang yang kerasukan syetan menemui Yesus. Mereka sangat
berbahaya sehingga tidak seorang pun yang melalui jalan itu dan mereka itu pun
bereriak katanya: "Apa urusanmu dengan kami hai anak Allah? Adakah engkau
hendak menyiksa kami sebelum waktunya ?" tidak jauh dari mereka itu
sejumlah besar babi sedang mencari makan. Maka syetan itu meminta kepadanya,
katanya: "Jika engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah kedalam kawanan
babi itu". Yesus berkata kepada mereka : "pergilah", Lalu
keluarlah mereka dan masuk kedalam babi babi itu. maka terjunlah seluruh
kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air".
(lihat pula markus 5:1-20 dan lukas 8:26-39 dengan sedikit perbedaan redaksi)
Diantara Sahabat Nabi SAW juga ada yang melakukan ruqyah guna menyembuhkan
orang yang gila karena kerasukan syetan.
Abu Dawud meriayatkan : mengeluarkan jin dari tubuh manusia Dari Kharijah
bin Ash Shult dari pamannya. bahwa ia melalui suatu kaum, tiba tiba orang orang
mendatanginya seraya mengatakan: "Sungguh engkau kan baru datang dari laki
laki itu membawa kebaikan. Oleh karena itu, lakukanlah ruqyah terhadap orang
ini demi kami". Mereka kemudian membawa seorang laki-laki yang diikat
dengan rantai. Ia pun kemudian meruqyahnya dengan surat Al Fatihah, Dikumpulkan
ludahnya dan diusapkan pada si sakit. Setelah itu orang tadi sembuh seperti
orang yang baru lepas dari ikatan. Kaum itu memberikan hadiah sesuatu
kepadanya. Ia pun selanjutnya menghadap Nabi SAW dan menceritakan peristiwanya.
Maka Nabi SAW bersabda: "makanlah hadiah itu, demi umurku, yang tidak
dibenarkan itu orang yang makan dari ruqyah yang batil, sedangkan engkau makan
dari ruqyah ang benar". (HR Abu Dawud pada Juz 4 Halaman 14)
Melihat dan menangkap jin
Dalam tayangan pemburu hantu nampak pula sesekali para pemburu menangkap
jin / hantu yang berada di suatu rumah. Di kalangan para ulama atau orang orang
yang mempelajarinya memang hal ini bukanlah cerita baru. Bahkan Al Bukhari
meriwayatkan dalam shahihnya: melihat & menangkap jin "Sesungguhnya
syetan merintangiku dan berbuat kasar kepadaku untuk merusak shalatku, namun
aku diberi kekuatan oleh Allah untu mengalahkannya hingga aku pun mencekiknya.
Sungguh muncul dalam diriku keinginan untuk mengikatnya pada salah satu tiang
dimasjid hingga pagi agar kamu dapat menyaksikannya. Namun tiba tiba aku
teringat ucapan saudaraku, Sulaian, "Ya Tuhanku ampunilah aku dan
berikanlah aku kerajaan ang tak layak buat seorangpun sesudahku" (QS
Shad:35, Sy). Maka Allah pun menolaknya dalam kehinaan ". (HR Al Bukhari
dan Muslim. Lihat shahih Al Bukhori Juz 1 Halaman 209 dan shahih Muslim Juz 1
Halaman 242) Jika Rasulullah SAW tidak mengikatnya, bukan berarti beliau tidak
mampu melakukannya melainkan sebagaimana dikatakan oleh sebagian ulama bisa
jadi karena beliau hendak menunjukan tawadhunya. Sebagian ulama berpendapat
bahwa kemampuan menangkap jin merupakan kukhususan bagi Rasulullah SAW saja.
Namun pendapat ini sepengetahuanku tidak didukung oleh dalil Wallahu Alam
Dimasukan ke dalam botol
orang orang yang mempertanyakan kemungkinan jin yang sangat besar itu dapat
dimasukan ke dalam botol. Ketahuilah sesungguhnya jin itu makhluk halus tidak
berbentuk fisik kasar sehingga memungkinkan dapat berubah ubah bentuk dan
ukuran. Abdulah berkata: dimasukan dalam botol "Sesungguhnya syetan itu
dapat menyerupai seorang laki laki, lalu mendatangi satu kaum menceriakan
sesuatu kepada mereka dengan cerita dusta. Setelah mereka berpisah, seorang
laki laki diantara mereka berkata: "aku mendengar seseorang yang aku kenal
wajahnya namun tak tahu namanya bercerita" (HR Muslim pada bagian
Mukaddimah juz 1 Halaman 9) syetan Seorang laki laki bercerita: "Suatu
ketika aku tengah mendampingi Rasulullah SAW tiba tiba ada seekor binatang
tergelincir, lalu aku aku berkata: "celakalah syetan!". maka
Rasulullah bersabda: "jangan engkau mengatakan "celakalah
syetan", sebab jika engkau mengatakan seperti itu. syetan akan bertambah
besar sebesar rumah dan mengatakan "Alangkah kuatnya aku" akan tetapi
ucapkanlah "Bismillah" (Dengan nama Allah), sebab jika engkau
mengatakan itu syetan pun akan mengecil sekecil lalat" (HR Abu Dawud Juz 4
Halaman 296) Jika dapat mengecil sekecil lalat, tentu tak ada halangannya untuk
dimasukan kedalam benda sebesar botol. Lagi pula jika jin yang tinggi besar
dapat masuk dan menyatu kedalam tubuh manusia yang kecil tanpa harus mematah
matahkannya. Bagaimana ia tak dapat masuk ke dalam botol dalam keadaan utuh.
lebih dari itu jin bahkan dapat merasuk ke dalam aliran darah manusia.
Rasulullah SAW bersabda: syetan 7 jin "Sesungguhnya syetan itu berjalan
dalam tubuh Bani Adam melalui pembuluh darah". (HR Al Bukhari dan
MuslimJus 2 halaman 349) Masuk dan berada didalam tubuh manusia hidup
tentulebih sulit dibandingkan dengan berada dalam botol yang merupakan benda
mati.
Mengunakan sarana garam
Sesungguhnya Ruqyah itu dapat dilakukan dengan menggunakan sarana benda
benda baik berupa tanah, air minum, atau air ludah dan lainnya dari jenis benda
yang tidak najis. Penggunaan garam ini pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW
ketika beliau disengat kalajengking. Ath Thabarani dalam: Al Mu'jam Ash
Shaghirnya meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW pernah disengat kalajengking
ketika seang shalat, lalu beliau melaknat kalajengking itu dan meminta
diambilkan air dengan garam. Setelah itu Beliau SAW membacakan surat Al
Kafirun, Al Falaq, dan An Nas dan ditiupkan kepada garam dan air itu untuk
mengobatinya. Di Dalam Majma Az Zawaid dikatakan bahwa isnad hadis ini Hasan.
(lihat Kitab tersebut pada Juz 5 Halaman 111).
Mengambil upah dari ruqyah
Pada Qum beberapa edisi yang lalu (ketika membahas tafsir surat Al Fatihah)
telah dibicarakan tentang ruqyah yang dilakukan Abu Syaid Al Khudri terhadap
seorang tokoh yang disengat kalajengking. Ketika ternyata yang bersangkutan
sembuh setelah diruqyah dengan Al Fatihah keluarga pasien tadi memberikan
beberapa potong kambing. Sesampainya di madinah dan menjelaskan duduk
perkaranya, Rasulullah SAW diantaranya bersabda "Sesungguhnya pekerjaan
yang paling baik kamu ambil upahnya Kitabullah". (HR Al Bukhari dan
Muslim). Lihat kembali hadis pada point ke 4 diatas. Sabda Rasulullah SAW ini
menjadi dalil paling jelas atas bolehnya mengambil upah dari meruqyah. Wallahu
A'lam
Di Sadur dari Buletin Jum'at Qum
Penulis : KH. Syarif Rahmat RA. SQ
Pengasuh Pondok Pesantren Ummul Qura, Jl. Raya Pondok Cabe Ilir
Rt 001/04 Pamulang Tangerang selatan Banten
JADWAL RUQYAH MASSAL GRATIS , SHOLAT
DHUHA DAN SHOLAT TASBIH BERSAMA
SETIAP HARI AHAD TERAKHIR PADA SETIAP
BULAN
MULAI PUKUL 08.00- SELESAI
TEMPAT DIPONDOK PESANTREN UMMUL QURA
Aslm Mas Iqbal,,, finally i found your blog.
BalasHapus